sobirin bekerja di sebuah pabrik alat alat berat

Sobirinbekerja di sebuah pabrik alat-alat berat. Akibat kecerobohannya, ia bekerja tidak berdasarkan prosedur keselamatan kerja, kemudian terjadilah kecelakaan yang berakibat ia mengalami luka parah. Sikap yang harus dilakukan pengusaha adalah. Sobirinbekerja di sebuah pabrik alat-alat berat. Akibat kecerobohonnya, ia bekerja tidak berdasarkanprosedur keselamatan kerja, kemudian terjadilah - 27357779 Novia6307 Novia6307 13.03.2020 PPKn Sekolah Menengah Pertama terjawab Sobirin bekerja di sebuah pabrik alat-alat berat. Akibat kecerobohonnya, ia bekerja tidak berdasarkanprosedur Maintenanceengineering merupakan salah satu prospek kerja teknik alat berat di mana seorang engineering memiliki tugas untuk memelihara peralatan berat di sebuah pabrik dan industri dengan tujuan untuk mempertahankan performa peralatan pada pabrik atau industri tersebut. Jika anda tertarik dengan pekerjaan ini ada beberapa persyaratan yang App Vay Tiền. estertravellya1153 estertravellya1153 PPKn Sekolah Menengah Pertama terjawab Sobirin bekerja di sebuah pabrik alat alat kecerobohannya ia bekerja tidak berdasarkan prosedur keselamatan kerja kemudian terjadinya kecelakaan yang berakibat ia mengalami luka yang harus dilakukan pengusaha adalah Iklan Iklan atiknasikah5 atiknasikah5 Jawabanyang harus dilakukan pengusaha adalah jika perlu memberikan biaya pengobatan kepada pak Sobirin dan juga menasehati kepada pak Sobirin agar tidak ceroboh dalam menggunakan alat alat. berat Iklan Iklan Pertanyaan baru di PPKn Membuat narasi opini ttg pentingnya pelajaran ppkn / pendidikan pancasila dimasa sekarang dan dimasa yang akan datang 10 paragraph / atau sampai 2 hal … aman double folio tolong ya​ Ing ngisor iki piranti kang di gunak ake kanggo pagelaran wayang kejaba Diketahui umur keysya 16 thn dan umur radit 8 thn perbandingan umur radit dan umur keysya adalah Diketahui polynomial fx=2x³-x²+4x-5 dan gx = -x²+ px -7 jika fx dan gx bernilai sama untuk x= -1 tentukan nilai g4 apa yang kau ketahui tentang bangsa yang bhineka​ Sebelumnya Berikutnya Iklan Di Amerika Serikat, setengah dari total kematian yang menimpa pekerja di berbagai industri diakibatkan kecelakaan yang berhubungan dengan alat berat. Rata-rata kecelakaan terjadi karena tabrakan kendaraan dan alat berat tumbang atau terguling.─ National Institute for Occupational Safety and Health NIOSH Sumber Alat berat menjadi faktor penting dalam proyek, terutama proyek konstruksi maupun pertambangan. Alat berat merupakan mesin berukuran besar yang didesain untuk melaksanakan fungsi konstruksi, seperti pengerjaan tanah, konstruksi jalan, konstruksi bangunan, pertambangan, dan perkebunan. Contoh alat-alat berat, antara lain • Excavator• Motor grader• Dump truck• Loader• Crane• Dozer • Forklift• Backhoe• Compractors dan roller• Mixer• Scraper Dalam pengoperasian alat berat banyak aspek yang harus Anda perhatikan, mulai dari prosedur pengoperasian alat, aspek keselamatan kerja, keahlian dan pengetahuan operator, serta aspek pemeriksaan dan pemeliharaan. Kebanyakan alat berat yang digunakan dalam konstruksi, pertambangan, kehutanan, dan industri lainnya itu mengandung risiko yang tinggi yang dapat mengakibatkan terjadinya kecelakaan kerja bila tidak operasikan secara benar dan aman. Mayoritas kecelakaan kerja terkait alat berat mengakibatkan cedera serius hingga kematian pada pekerja. NIOSH menyatakan sebagian besar kecelakaan terjadi akibat tabrakan kendaraan, alat berat terguling, operator tertimpa beban, atau operator jatuh dari alat berat. Area konstruksi jalan raya dan jembatan menyumbang hampir 80 persen kematian pekerja akibat kecelakaan alat berat setiap tahunnya. Kecelakaan kerja fatal yang berhubungan dengan alat berat juga banyak terjadi di industri lainnya, seperti pertambangan, pertanian, manufaktur, dan kehutanan. Baca juga artikel ini • 20 Hand Signal Sesuai Standar Internasional OSHA/ANSI, Sejauh Mana Anda Memahaminya? Link Load Capacity dan Load Center, Hal Penting yang Sering Diabaikan - Saat Mengoperasikan Forklift Link Potensi Bahaya dalam Pengoperasian Alat Berat Keberadaan alat berat bisa sangat membantu berbagai proyek konstruksi atau pertambangan, namun alat ini juga bisa berbahaya dan mengakibatkan kecelakaan jika tidak dioperasikan secara hati-hati. Sumber Potensi bahaya yang dapat timbul saat pengoperasian alat berat di antaranya • Tersengat listrik jika alat kontak langsung dengan saluran listrik tegangan tinggi di bagian atas• Alat tumbang, terguling, atau terjungkal ke depan• Pekerja terkena jatuhan material yang diangkat oleh alat berat• Pekerja tertimpa atau terjepit alat berat, dan jatuh dari alat berat• Pekerja tertabrak atau terlindas alat berat. Mayoritas cedera atau kematian terkait alat berat yang terjadi di tempat kerja dihubungkan dengan kesalahan manusia human error, meskipun banyak juga yang diakibatkan oleh kerusakan pada alat atau alat yang tidak berfungsi dengan kali dua faktor tersebut mengakibatkan kecelakaan kerja yang fatal. Dalam hal ini pengusaha dan pengurus memiliki kewajiban untuk memastikan pekerja yang mengoperasikan alat berat bekerja dengan aman dan selamat. Berikut beberapa penyebab kecelakaan kerja terkait alat berat yang sebenarnya dapat dicegah, antara lain • Pelatihan operator tidak memadai• Lingkungan kerja tidak aman• Kelalaian dalam inspeksi dan pemeliharaan• Desain mesin yang cacat ─ kerusakan pada alat• Pengoperasian alat berat tidak sesuai prosedur keselamatan• Pengawasan tidak efektif• Tingkah laku operator yang tidak aman, seperti mengebut ugal-ugalan, kurang hati-hati ketika mundur atau kehilangan kendali saat menekan pedal gas dan rem.• Penyalahgunaan penggunaan alat berat. 5 Tips Aman Mengoperasikan Alat Berat 1. Survei area kerja • Pastikan supervisor telah melakukan pengamatan dan inspeksi area kerja• Komunikasikan rencana pekerjaan kepada seluruh personil yang terlibat pada pekerjaan tersebut• Menunjuk seorang spotter untuk membantu operator apabila pandangan terbatas atau terhalang saat mengoperasikan alat. Spotter adalah orang yang bertugas memandu kegiatan/ pengoperasian alat berat. Spotter harus mendapatkan pelatihan sebelum memulai pekerjaan.• Pastikan izin kerja work permit untuk melakukan pekerjaan di area kerja tertentu sudah didapatkan• Pastikan area kerja sudah aman dari kemungkinan adanya material atau kondisi lingkungan kerja yang dapat menimbulkan bahaya. 2. Persiapan sebelum mengoperasikan alat berat • Periksa kondisi dan kelayakan alat sesuai dengan formulir pemeriksaan yang sudah dipersiapkan. Segera laporkan apabila terdapat kerusakan pada alat berat dan lakukan perbaikan bila diperlukan.• Bersihkan anak tangga dan pegangannya dari lumpur, minyak, atau kotoran penyebab licin lainnya• Gunakan teknik 3-points contact tiga titik tumpu saat naik atau turun tangga. 3 titik tumpu artinya 2 kaki berpijak dengan satu tangan berpegang pada anak tangga dan satu tangan bergerak menanggapi tangga atau 2 tangan berpegang pada anak tangga dengan satu kaki berpijak dan kaki lain bergerak menggapai tangga. • Atur tempat duduk sesuai dengan ukuran tubuh dan gunakan sabuk pengaman selama berada dalam kabin• Atur kaca spion sesuai dengan sudut pandang operator• Hidupkan mesin. Biarkan mesin dalam putaran rendah selama kurang lebih 5 menit untuk pemanasan• Pahami prosedur kerja dan situasi area kerja• Pastikan pekerja lain yang tidak berhubungan dengan pekerjaan yang dilakukan tidak berada di area kerja atau berada di area yang aman• Pastikan tanda-tanda komunikasi klakson dipahami operator alat berat lain yang terlibat dalam Klakson 1x untuk menghidupkan alat berat- Klakson 2x untuk maju- Klakson 3x untuk mundur• Gunakan alat pelindung diri APD yang diperlukan, seperti rompi Hi-Vis high visibility, helm keselamatan, sepatu keselamatan, kacamata keselamatan, masker, sarung tangan dan sumbat telinga. 3. Saat mengoperasikan alat berat • Periksa sekitar area kerja, terutama kemungkinan adanya pekerja lain atau alat berat lain dan bunyikan klakson sebagai tanda alat akan bergerak• Pastikan radio komunikasi dalam kondisi aktif selama pekerjaan berlangsung. Namun jika radio tidak tersedia, maka gunakan sinyal tangan dari spotter Poster K3 Crane Signal Link 4. Setelah mengoperasikan alat berat • Parkir alat berat di tempat yang datar dan aman• Turunkan attachment dengan aman, netralkan transmisi, biarkan mesin pada putaran rendah selama lima menit, dan pasang rem parkir• Bersihkan kabin operator sambil mengamati panel indikator• Tutup throttle untuk mematikan mesin, kunci kontak OFF, cabut kunci• Periksa kembali semua sistem pengaman dan pastikan alat dalam keadaan aman. Serahkan kunci kontak kepada pengawas sebagai tanda berakhirnya tugas operator. 5. Situasi darurat Hubungi pengawas lapangan/supervisor sesegera mungkin, tidak lebih dari 24 jam, apabila terjadi situasi Kecelakaan kerja- Kebakaran- Bencana alam tanah longsor- Gangguan binatang liar. Operator Alat Berat Harus Paham Aturan Keselamatan! Operator alat berat adalah orang yang memiliki keterampilan atau keahlian khusus dalam bidang mengoperasikan alat-alat berat. Syarat-syarat operator mesin alat berat semuanya telah diatur dalam Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No. tentang operator dan petugas pesawat angkat dan angkut. Untuk mengoperasikan alat berat, setidaknya operator harus memiliki pedoman dasar, yakni ketahanan fisik dan mental serta teknik operasional, antara lain • Menyadari akan pentingnya keselamatan kerja, dengan mengutamakan keselamatan saat mengoperasikan alat berat• Memiliki stamina yang cukup baik untuk melakukan pekerjaan• Memiliki sertifikat sebagai operator alat berat. Operator harus mendapatkan pengakuan berupa SIO Surat Izin Operasi dari Departemen tenaga Kerja dan Transmigrasi Republik Indonesia• Operator kompeten dan terlatih, sehingga dapat mengoperasikan alat berat yang benar dan aman. Operator harus memahami dasar-dasar mengenai K3 beserta regulasinya, pengetahuan dasar alat berat, pengetahuan tenaga penggerak dan hidrolik, sebab-sebab kecelakaan pada alat berat, pengoperasian aman, serta perawatan dan pemeriksaan alat berat.• Selain memiliki kondisi fisik yang fit dan mental yang kuat, operator harus tetap selalu berhati-hati dalam melakukan pekerjaan mereka. * * * Pekerjaan dengan menggunakan alat berat memiliki risiko kecelakaan yang sangat tinggi, bahkan bisa mengakibatkan kematian jika tidak berhati-hati. Sering kali kecelakaan yang terjadi diakibatkan oleh ketidaktaatan dalam melaksanakan prosedur keselamatan kerja saat pengoperasian alat-alat berat. Maka dari itu, untuk mencegah dan meminimalkan terjadinya kecelakaan, operator alat berat harus memahami dan mengikuti petunjuk keselamatan kerja, serta mematuhi tanda peringatan yang terdapat di area kerja. Salam safety! Soal Ujian PAT PPKn Kelas XI Kurikulum 2013 Assalaamu’alaikum, apa kabar bapak dan ibu guru serta para pelajar di seluruh Indonesia. Senang rasanya saya kembali bisa berbagi untuk sahabat cara sunda. Postingan yang akan saya bagikan kali ini adalah Soal Ujian PAT PPKn Kelas XI Kurikulum 2013 Postingan prediksi soal ujian Penilaian Akhir Tahun PAT atau Ulangan Kenaikan Kelas UKK mata pelajaran PPKn ini saya susun berdasarkan pada muatan materi kurikulum 2013 revisi 2017. Bagi para pelajar, Soal Ujian PAT PPKn Kelas XI Kurikulum 2013 ini sebagai bahan untuk belajar/berlatih guna mempersiapkan diri menghadapi rangkaian PAT/UKK tahun ini. Dan untuk Bapak atau Ibu Guru soal ini dapat dijadikan bahan dalam penyusunan soal ujian PAT atau soal ujian UKK. Oleh karena itu jika soal ujian PPKn ini dirasa sesuai silahkan di download. Berikut contoh prediksi Soal Ujian PAT PPKn Kelas XI Kurikulum 2013 Pilihlah jawaban yang paling tepat! 1. Peraturan perundang-undangan yang membahas masalah ketenagakerjaan adalah …. A. Undang-Undang No. 3 Tahun 2003 B. Undang-Undang No. 13 Tahun 2003 C. Undnag-Undang No. 20 Tahun 2003 D. Undang-Undang No. 39 Tahun 2004 E. Undang-Undang No. 23 Tahun 2014 2. Orang perseorangan, persekutuan, atau badan hukum yang secara berdiri sendiri menjalankan perusahaan bukan miliknya adalah pernyataan yang berkaitan dengan…. A. tenaga kerja B. pekerja C. pengusaha D. tenaga kerja asing E. hubungan kerja 3. Forum komunikasi dan konsultasi mengenai hal-hal yang berkaitan dengan hubungan industrial di satu perusahaan yang anggotanya terdiri dari pengusaha dan serikat pekerja/serikat buruh yang sudah tercatat instansi yang bertanggung jawab di bidang ketenagakerjaan atau unsur pekerja/buruh adalah…. A. serikat pekerja B. hubungan industrial C. perjanjian ketenagakerjaan D. lembaga kerja sama bipartit E. lembaga kerja sama tripartite 4. Perjanjian antara pekerja dan pengusaha atau pemberi kerja yang memuat syarat-syarat kerja, hak dan kewajiban para pihak merupakan pengertian perjanjian kerja menurut… A. Undang-Undang No. 13 Tahun 2003 B. Pasal 1320 KUH Perdata C. Undang-Undang No. 39 Tahun 2004 D. Pasal 27 ayat 2 UUD NRl Tahun 1949 E. Pasal 1601a KUHPerdata 5. Perjanjian kerja adalah perjanjian antara pekerja/buruh dan pengusaha atau pemberi kerja dengan memuat syarat-syarat kerja, hak, dan kewajiban para pihak. Pernyataan tentang perjanjian kerja tersebut terdapat dalam . . . . A. Pasal 1 ayat 13 UU No 13 th 2003 B. Pasal 1 ayat 14 UU No 13 th 2003 C. Pasal 1 ayat 15 UU No 13 th 2003 D. Pasal 1 ayat 16 UU No 13 th 2003 E. Pasal 1 ayat 17 UU No 13 th 2003 F. 6. Perjanjian antara serikat pekerja dan pengusaha sebelum berlakunya UU No. 13 Tahun 2003 adalah . . . . A. kesepakatan kerja bersama B. perjanjian perburuhan C. perjanjian kerja bersama D. perjanjian ketenagakerjaan E. kesepakatan ketenagakerjaan 7. Suatu organisasi yang dibentuk oleh sekelompok pekerja/buruh yang diperuntukkan bagi pekerja/buruh baik dari dalam perusahaan maupun di luar perusahaan yang bersifat bebas, terbuka, mandiri, demokrasi, dan bertanggung jawab guna memperjuangkan dan melindungi hak dan kepentingan pekerja/buruh, serta meningkatkan kesejahteraan pekerja/buruh dan keluarganya adalah . . . . A. badan pekerja B. serikat buruh C. organisasi pekerja D. himpunan pekerja E. unit pelaksana pekerja 8. Hal yang bukan merupakan alasan bagi pengusaha untuk melakukan pemutusan hubungan kerja adalah . . . . A. menjalankan ibadah sesuai agamanya B. pekerja sakit sesuai keterangan dokter C. pekerja/buruh menikah D. pekerja/buruh mengajukan cuti E. pekerja menjalankan kewajiban terhadap negara 9. Perhatikan pernyataan berikut. 1 kesepakatan kedua belah pihak; 2 kemampuan atau kecakapan kedua belah pihak; 3 kemampuan atau kecakapan melakukan perbuatan hukum; 4 adanya pekerjaan yang diperjanjrkan, dan 5 penentuan besarnya upah dan cara pembayarannya. Pernyataan yang merupakan dasar pembuatan perjanjian kerja berdasarkan UU No. 13 Tahun 2003 Pasal 52 ditunjukkan nomor …. A. 1, 2, dan 3 B. 1, 3, dan 4 C. 2, 3, dan 4 D. 2, 4, dan 5 E. 3, 3, dan 5 10. Dalam peraturan perusahaan dijelaskan mengenai peraturan lembur. Jika seorang karyawan yang tidak berhak mendapat penggantian uang lembur, tetapi bekerja pada hari-hari libur resmi atau istirahat, ia berhak mendapatkan…. A. uang lembur B. penggantian hari libur C. bonus atau komisi D. makan pada saat istirahat E. penambahan cuti 11. Sobirin bekerja di sebuah pabrik alat-alat berat. Akibat kecerobohannya, ia bekerja tidak berdasarkan prosedur keselamatan kerja, kemudian terjadilah kecelakaan yang berakibat ia mengalami luka parah. Sikap yang harus dilakukan pengusaha adalah…. A. wajib membuktikan karena telah memenuhi prosedur B. wajib memberi ganti rugi tunjangan kepada istri atau suami pekerja C. mempersiapkan sarana keselamatan kerja sesuai ketentuan yang berlaku D. mewajibkan pekerja mengganti kerusakan alat-alat kerja E. tidak wajib memberikan ganti kerugian karena kesalahan pekerja sendiri 12. Setiap tenaga kerja berhak untuk memperoleh dan/atau meningkatkan dan/atau mengembangkan kompetensi kerja sesuai dengan bakat, minat, dan kemampuannya melalui pelatihan kerja. Ini merupakan bunyi dari UU No. 13 Tahun 2003 Pasal…. A. 5 B. 6 C. 11 D. 12 E. 31 13. Perlindungan khusus bagi pekerja/buruh perempuan, anak, dan penyandang cacat berdasarkan UU No. 13 Tahun 2003 memberikan pengecualian bagi anak usia 13-15 tahun untuk melakukan pekerjaan ringan dengan maksimal kerja selama…. A. 2 jam B. 3 jam C. 4 jam D. 5 jam E. 6 jam 14. UU No 13 Tahun 2003 tentang Upah serta Kesejahteraan dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja pasal 89 menyebutkan upah minimum yang berlaku ditetapkan oleh…. A. Presiden B. Menteri Ketenagakerjaan C. DPR D. Gubernur E. Bupati/Walikota 15. Hal yang bukan merupakan ketentuan pengusaha wajib membayar upah berdasarkan pasal 93 UU No. 13 Tahun 2003 adalah pekerja/buruh…. A. sakit sehingga tidak dapat melakukan pekerjaan B. tidak masuk bekerja karena pekerja/buruh menikah atau menikahkan C. sedang menjalankan kewajiban terhadap negara D. sedang menjalankan ibadah yang diperintahkan agamanya E. ikut kegiatan atau kumpulan massa menuntut kenaikan upah 16. Ridwan mengalami kecelakaan ketika sedang bekerja sehingga menyebabkan ia cacat tetap untuk selama-lamanya sebelum berusia 55 tahun sehingga tidak mungkin lagi untuk bekerja. Oleh karena itu, perusahaan atau pengusaha wajib melakukan…. A. pemberian jaminan hari tua yang menjadi haknya B. tidak diberikan jaminan hari tua C. pemberian biaya perawatan sampai sembuh D. pemberhentian tanpa diberikan pesangon E. pemberian bonus dan komisi 17. Hal yang bukan merupakan terjadinya eksploitasi tenaga kerja oleh pengusaha adalah…. A. mendapat tenaga kerja dengan biaya murah B. pengusaha memperkerjakan pekerja dengan sistem perbudakan C. pengusaha memperkerjakan wanita untuk pekerjaan yang berat D. pengusaha membayar pekerja sesuai dengan standar upah minimum E. mempekerjakan anak-anak dengan waktu yang tak terbatas 18. Upaya yang harus dilakukan pengusaha untuk memberikan kesejahteraan dan jaminan sosial tenaga kerja sesuai dengan pasal 101 UU No. 13 Tahun 2003 adalah…. A. membentuk serikat pekerja B. mendirikan himpunan pekerja C. mendirikan koperasi D. memberikan upah minimum E. memberikan bonus tahunan 19. Bagi peserta jaminan sosial, keluarga yang ditinggalkan oleh tenaga kerja yang meninggal dunia bukan karena berhak menerima…. A. Jaminan kematian B. jaminan kecelakaan kerja C. jaminan hari tua D. asuransi kecelakaan E. upah dan bonus tahunan 20. Nurdin seorang pekerja lapangan yang bekerja pada sebuah proyek padat karya. Upah yang diberikan kepadanya umumnya berhubungan dengan cuaca. Sistem pengupahan yang diberikan kepadanya berdasarkan…. A. upah minimum regional B. upah sebulan tetap C. upah borongan selama 3 bulan terakhir D. upah harian selama 30 hari kerja E. komisi atau upah berdasar target 21. Keseluruhan kaidah dan asas yang mengatur hubungan atau persoalan yang melintasi batas antarnegara dengan negara merupakan pengertian hukum internasional menurut…. A. J. L. Brierly B. Ivan A. Shearer C. J. G. Starke D. Wirjono Prodjodikoro E. Mochtar Kusumaatmadja 22. Prinsip-prinsip dan aturan-aturan yang harus dipatuhi oleh negara-negara dalam hukum internasional menurut Ivan A. Shearer adalah…. A. negara dengan subjek hukum lain bukan negara B. hubungan antarnegara dengan negara C. subjek bukan negara satu sama lain D. individu-individu yang menjadi perhatian komunitas internasional E. anggota masyarakat internasional yang terdiri dari negara-negara 23. Negara Indonesia sebagai negara hukum memiliki kekuasaan penuh dalam menerapkan peraturan hukum bagi warga negaranya di manapun warga negara Indonesia berada. Hal tersebut berkaitan dengan asas hukum internasional yang ditetapkan, yaitu asas…. A. hukum B. teritorial C. kebangsaan D. keterbukaan E. kepentingan umum 24. Setiap negara memiliki kedudukan yang sama dalam ikatan hukum internasional. Oleh karena itu, setiap negara harus saling menjaga dan menghormati satu dengan yang lainnya. Hal ini sesuai dengan asas…. A. teritorial B. kebangsaan C. pacta sunt servanda D. equal rights E. keterbukaan 25. Informasi yang jujur dan dilandasi keadilan merupakan hal penting dalam hubungan internasional sehingga setiap negara dapat mengetahui hak dan kewajiban dalam menjalin hubungan internasional. Hal tersebut sesuai dengan asas…. A. kebangsaan B. keterbukaan C. kepentingan umum D. equal rights E. pacta sunt servanda 26. Mendengarkan pendapat para ahli hukum internasional merupakan salah satu sumber hukum internasional, yaitu…. A. doktrin B. yurisprudensi C. prinsip hukum umum D. perjanjian internasional E. kebiasaan internasional 27. Proses kemerdekaan bagi bangsa Indonesia tidaklah mudah karena Belanda masih ingin menduduki Indonesia dengan tidak mengakui kemerdekaan Indonesia. Untuk itu, Dewan Keamanan PBB mengeluarkan resolusi terhadap konflik Indonesia-Belanda pada tanggal…. A. 27 Desember 1947 B. 28 Januari 1949 C. 19 Desember 1949 D. 27 Desember 1949 E. 17 Agustus 1950 28. Konvensi Internasional sebagai induk perjanjian internasional yang dilaksanakan berdasarkan kebiasaan internasional dan diputuskan oleh Mahkamah Internasional atau pendapat-pendapat ahli hukum internasional adalah konvensi…. A. Jenewa 1949 B. Wina 1969 C. Berner 1986 D. Opium Internasional E. Internasional SOLAS 29. Palang Merah Internasional yang merupakan organisasi internasional yang berkedudukan di Jeneva, Swiss ditetapkan sebagai subjek hukum internasional karena merupakan organisasi internasional berdasarkan ketetapan…. A. Konvensi Jenewa 1949 B. Konvensi Wina 1969 C. Perjanjian internasional Tahun 1919 D. Perjanjian Italia Tahun 1929 E. Perjanjian Perdamaian Versailles F. 30. Berikut yang bukan merupakan perbuatan individu yang dapat dituntut ke Mahkamah Internasional adalah kejahatan…. A. perdamaian mengobarkan perang B. pelanggaran HAM berat C. melanggar hukum perang D. kesepakatan jahat bertaraf internasional E. sabotase terhadap kebijakan suatu negara Adapun prediksi soal ujian PAT PPKn Kelas XI secara lengkapnya silahkan download pada link di bawah ini! Demikian Prediksi Soal Ujian PAT PPKn Kelas XI Kurikulum 2013 yang dapat saya informasikan. Semoga bermanfaat dan membantu bapak/ibu Guru dan para pelajar yang membutuhkan. Good Luck! Catatan soal ini hanya memuat 3 bab materi pada semester genap/2 0% found this document useful 1 vote2K views12 pagesDescriptionsoal ppkn kelas xiOriginal TitleSoal Prediksi Pat Ppkn Kelas Xi 2013Copyright© © All Rights ReservedAvailable FormatsPDF, TXT or read online from ScribdShare this documentDid you find this document useful?0% found this document useful 1 vote2K views12 pagesSoal Prediksi Pat PPKN Kelas Xi 2013Original TitleSoal Prediksi Pat Ppkn Kelas Xi 2013Jump to Page You are on page 1of 12 You're Reading a Free Preview Pages 6 to 11 are not shown in this preview. Reward Your CuriosityEverything you want to Anywhere. Any Commitment. Cancel anytime. Faktor EfisiensiPertimbangan terhadap faktor efisiensi perlu dilakukan agar kondisi lapangan dapat di sesuaikan. Beberapa faktor efisiensi yang perlu diperhatikan dalam perhitungan produksi kerja alat berat Nabar, 1998 antara lain yaitu 1 Faktor Efisiensi KerjaDua faktor yang menyebabkan perlu diperhitungkannya efisiensi kerja antara lainPage 62- Faktor alat, dimana apabila ditinjau dari segi peralatannya maka tidak mungkin menggunakan suatu alat batas waktu yang tidak terbatas tanpa istirahat sehingga dibutuhkan waktu untuk pendinginan alat setelah bekerja dalam jangka waktu tertentu sesuai dengan petunjuk/ aturan pakai yang dikeluarkan dari pabrik. Hal inilah yang menyebabkan efisiensi dari suatu alat tidak dapat diperhitungkan 100 %. Disamping itu pengaruh usia alat juga akan mempengaruhi produksi kerja dari suatu alat sehingga produksi kerja alat tidak menjadi 100 %.- Faktor manusia, dimana tenaga manusia yang mengoperasikan alat sebagai operator juga tidak mungkin dapat bekerja secara terus menerus dalam jangka waktu yang panjang dikarenakan keterbatasan dari tenaga manusia itu sendiri. Hal inilah yang menyebabkan perlu dilakukan koreksi terhadap faktor efisiensi dalam suatu perhitungan agar perhitungan produksi kerja menjadi lebih adanya waktu istirahat ini baik yang dibutuhkan oleh alat berat maupun manusia sebagai operatornya maka waktu efektif akan menjadi berkurang. Berkurangnya waktu efektif untuk bekerja ini sangat tergantung dari waktu istirahat yang soal 1 Berapa faktor efisiensi dari seorang operator yang membutuhkan waktu istirahat selama 5 menit setelah bekerja selama 1 jam ?2 Berapa faktor efisiensi dari sebuah alat yang memerlukan pendinginan mesin selama 1 jam setelah bekerja selama 8 jam ? Penyelesaian 60 menit  5 menit 1x 100 %  91 , 67 %60 menit480 menit  60 menitx 100 %  87 , 5 %480 menitPage 632 Faktor Koreksi Faktor koreksi digunakan untuk merubah taksiran produksi dengan pekerjaan tertentu dan kondisi setempat. Dimana faktor koreksi akan berbeda-beda sesuai dengan jenis pekerjaan dan jenis alat yang digunakan. Angka faktor dari berbagai jenis material dan alat disamping besarnya tidak sama, juga penamaan dari faktor- faktor tersebut sedikit terjadi perbedaan, misalnya ada yang menamakannya faktor isi untuk menyatakan tingkat kepenuhan Wheel Loader, ada yang menamakan faktor muatan untuk menyatakan tingkat kepenuhan bak Dump Truk, ada yang menamakannya carry faktor untuk menyatakan faktor angkut atau tingkat kepenuhan Excavator, Shovel dan lain-lain serta ada yang hanya menyatakannya dengan faktor koreksi terhadap pengaruh kondisi kerja Buldozer di lapangan. Disamping itu ada juga istilah yang digunakan dalam menentukan pengaruh faktor kondisi pengelolaan dan sebagainya yang digabung menjadi satu angka faktor, yang biasa disebut dengan istilah efisiensi kerja.3 Faktor Lain-lain Faktor-faktor lain ini diperhitungkan untuk menghindarkan kerugian akibat adanya kesalahan dari perhitungan ataupun kesalahan dalam memprediksi berbagai faktor yang akan mempengaruhi produksi kerja alat berat. Hal ini dimaksudkan untuk memperkecil kesalahan dan penyimpangan yang mungkin terjadi didalam siklus secara garis besar terdiri dari dua, yaitu - Waktu tetap fixed time adalah waktu yang diperlukan untuk melakukangerakan-gerakan tetap, dimana besarnya hampir selalu konstan. - Waktu tidak tetap variabel time adalah waktu yang diperlukan untuk melakukan gerakan-gerakan tidak 64Beberapa hal yang perlu dipertimbangkan terhadap perhitungan material dalam pekerjaan konstruksi antara lain yaitu klasifikasi material, berat isi material, kegemburan material dan penyusutan material. Beberapa faktor efisiensi yang perlu diperhatikan dalam perhitungan produksi kerja alat berat, antara lain yaitu 1 Faktor Efisiensi Kerja, meliputi faktor alat dan faktor Faktor Koreksi3 Faktor Lain-lainLatihan soal 1 Apa yang dimaksud dengan waktu siklus ?2 Apa yang dimaksud dengan waktu tetap dan waktu tidak tetap ?3 Jelaskan siklus kerja dari alat berat Excavator dan Wheel Loader dan dari siklus kerja tersebut tentukan kelompok siklus kerja yang masuk dalam waktu tetap dan waktu tidak tetap !4 Jelaskan siklus kerja dari alat berat Dump truk dan Wheel Tractor Scraper dan dari siklus kerja tersebut tentukan kelompok siklus kerja yang masuk dalam waktu tetap dan waktu tidak tetap !5 Jelaskan mengapa faktor effisiensi perlu dipertimbangkan dalam perhitungan produksi kerja alat berat !6 Hitunglah faktor effisiensi sebuah alat yang dapat bekerja selama 40 menit/jam !7 Hitunglah faktor effisiensi tenaga kerja yang memerlukan waktu istirahat 40 menit selama 4 jam kerja !Page 65MODUL VI

sobirin bekerja di sebuah pabrik alat alat berat